Kamis, 25 Oktober 2012

KTSP


A.      Pengertian dan Tujuan KTSP
1.         Pengertian KTSP
KTSP merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik.
KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar Sistem Pendidikan Nasional selalu relevan dan kompetitif.
KTSP adalah kurikulum operasioanl yang disusun, dikembangkan dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36.
3
Kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa; peningkatan akhlak mulia; peningkatan potensi; kecerdasan, dan minat peserta didik; keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembangunan daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; agama; dinamika perkembangan global; persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan[1].
2.         Tujuan KTSP
Adapun tujuan dari KTSP mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
a.    Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
b.    Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c.    Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembagan kurikulum.
Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk:
a.    Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemadirian dan inisiatif sekolahdalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b.    Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangkan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
c.    Meningkatka kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai[2].
B.       Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap.
Berdasarkan definisi implementasi tersebut, implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dapat didefenisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikilum (kurikilum potensial)  dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Denga kata lain, implementasi kurikulum adalah operasionalisasi konsep kurikulum yang masih bersifat potensial (tertulis) menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, implementasi kurikilum merupakan hasil terjemahan guru terhadap kurikulum (SK-KD) yag dijabarkan kedalam silabus dan rencapa pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai rencana tertulis.
Implementasi kurikulum setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
1.    Karakteristik kurikulum, yang mencakup ruang lingkup ide baru suatu kurikulum dan kejelasaannya bagi pengguna di lapangan.
2.    Strategi implementasi, yaitu strategi yang digunakan dalam implementasi, seperti diskusi profesi, seminar, penataran, loka karya, dan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong penggunaan kuriklum dilapangan.
3.    Karakteristik pengguna kurikulum, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap guru terhadap kurikulum, serta kemampuannya untuk merealisasikan kurikulum (curriculum planing) dalam pembelajaran.
Mars (1998) mengemukakan tiga faktor yang memengaruhi implementasi kurikulum, yaitu dukungan kepala sekolah, dukungan rekan sejawat guru, dan dukungan internal yang datang dari dalam diri guru sendiri[3].
C.      Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
KTSP merupakan bentuk operasional pengembangan dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah, yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Karakteristik KTSP bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian.
1.    Pemberian otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan
KTSP memberikan otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan, disertai seperangkat tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi setempat.sekolah dan satuan pendidikan juga diberi eenangan dan kekuasaan yang luas untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik serta tuntutan masyarakat.
2.    Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi
Dalam KTSP, pelaksanaan kurikulum didukung oleh partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang tinggi. Masyarakat dan orang tua menjalin kerjasama untuk membantu sekolahsebagai nara sumber pada berbagai kegiatan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
3.    Kepemimpinan yang demokratis dan profesional
Dalam KTSP, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum didukung oleh adanya kepemimpinan sekolah yang demokratis dan profesional.  Kepala sekolah dan guru-guru sebagai tenaga pelaksana kurikulum merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan dan integritas profesional. Kepala sekolah adalah manajer pendidikan profesional yang direkrut komite sekolah untuk mengelola segala kegiatan sekolah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan. Guru-guru yang direkrut oleh sekolah adalah pendidik profesional dalam bidangnya masing-masing, sehingga mereka bekerja  berdasarkan pola kinerja profesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung keberhasilan pembelajaran peserta didik.
4.    Tim kerja yang kompak dan transparan
Dalam KTSP, keberhasilan pengembangan kurikulum da pembelajaran didukung oleh kinerja team yang kompak dan taransparan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Disamping beberapa karakteristik diatas, terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan KTSP, terutama berkaitan dengan sstem informasi, serta sistem penghargaan dan hukuman.
1.    Sistem informasi yang jelas dan transparan
Informasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain berkaitan dengan kemampuan guru, prestasi peserta didik, sumber-sumber belajar, kepuasan orang tua dan peserta didik, serta visi dan misi sekolah.
2.    Sistem penghargaan dan hukuman
Sekolah dan satuan pendidikan yang mengembangkan dan melaksanakan KTSP perlu menyusun sistem penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) bagi warganya untuk mendorong kinerjanya. Sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prokdutivitas warga sekolah, khususnya yang berkaitan dengan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, sistem penghargaan dan hukuma yang dikembangkan harus bersifat proposional, adil dan transparan.


[1]Dr. E. Mulyasa, M.Pd, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 12
[2] Op.Cit, hal. 22
[3]Prof. Dr. H. E. Mulyasa, M.Pd, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), hal. 180

Tidak ada komentar:

Posting Komentar